WEBSERVER

Web server adalah sebuah aplikasi server yang melayani permintaan HTTP atau HTTPS dari browser dan mengirimkannya kembali dalam bentuk halaman-halaman web. Halaman-halaman web yang dikirim oleh web server biasanya berupa file-file HTML dan CSS yang nantinya akan diparsing atau ditata oleh browser sehingga menjadi halaman-halaman web yang bagus dan mudah dibaca.

Sejarah Web Server

Sejarah Web Server diawali pad tahun 1989 oleh Tim Berners-Lee, yang bekerja pada perusahaan CERN (European Organization for Nuclear Research). Dia membuat sebuah proyek berbasis tulisan hiperteks, yang bertujuan agar mempermudah pertukaran informasi diantara para peneliti dengan menggunakan system hiperteks.

Dan dia satu tahun kemudian menghasilkan 2 buah program komputer, yaitu :

  1. Sebuah sistem peramban yang diberi nama WorldWideWeb
  2. Sebuah Web Server pertama di dunia yang diberi nama CERN httpd.

Hingga beberapa tahun kemudian sistem Web Server ini berkembang dengan cukup pesat karena fungsinya yang sangat praktis. Dan membuat beberapa perusahaan penyedia sistem operasi komputer menggunakan sistem Web Server ini. Dan akhirnya tahun 1994, Tim Berners-Lee mematenkan organisasinya yang bernama World wide Web Consortium (W3C), yang mengatur semua standarisasi secara global dalam penggunaan semua aplikasi yang berhubungan dengan internet.

Cara Kerja Web Server

Cara kerja dari web server sebenarnya sangat mudah kita pahami. Contoh paling mudah seperti berikut; kita akan membuka sebuah halaman website, yang biasanya berupa URL http://www.wikipedia.org/home.htm. Kita akan mengetikkan URL tersebut di peramban atau browserkemudian menekan tombol enter,  tanpa kita ketahui proses yang terjadi di belakang layar atau di dalam browser itu sendiri, maka akan muncullah halaman website di layar monitor komputerkita. Proses yang akan terjadi pada browser adalah browser akan membentuk koneksi dengan web server, meminta halaman website dan menerimanya. Web server kemudian mengecek permintaan tersebut apakah tersedia atau tidak.

Apabila tersedia, maka web server akan mengirimkan data kepada browser. Apabila permintaan tidak ditemukan atau terjadi error maka web server akan mengirimkan pesan error kepada browser. Pembentukan koneksi, permintaan data, penerimaan data dari browser ke web server diatur dalam sebuah kode RFC2616. RFC2616 mencantumkan status web server dalam bentuk kombinasi tiga angka yang memiliki arti berbeda-beda. Status ini muncul di peramban saat kita mengakses web server tertentu. Status-status dari web server tersebut adalah :

  • 100 : Continue
  • 101 : Switching protocols
  • 200 : OK
  • 201 : Created
  • 202 : Accepted
  • 203 : Non-authoritative information
  • 204 : No Content
  • 205 : Reset Content
  • 206 : Partial Content
  • 300 : Multiple choices
  • 301 : Moved permanently
  • 302 : Found
  • 303 : See other
  • 304 : Not modified
  • 305 : Use proxy
  • 307 : temporary redirect
  • 400 : Bad request
  • 401 : Unauthorized
  • 402 : Payment required
  • 403 : Forbidden
  • 404 : Not found
  • 405 : Method not allowed
  • 406 : Not acceptable

Pada jaman sekarang ini, sudah banyak tersedia vendor-vendor yang menyediakan layanan web server, baik yang berbayar maupun yang bersifat gratis, dengan masing-masing yang menawarkan kelebihan yang dimiliki web server milik mereka. Vendor-vendor yang ada tersebut seperti IIS yang merupakan kepemilikan Microsoft, Apache, Nginx dan Google GWS. Pangsa pasar yang dikuasai masing-masing vendor inipun berbeda-beda. berdasarkan riset yang dilakukan Netcraft pada Mei 2013, diperoleh hasil bahwa web server dengan penggunaan yang terbanyak adalah Apache dengan besar persentase pemakai sebesar 53,42%, lalu diikuti oleh IIS dengan persentase pengguna 16,69%, Nginx sebesar 15,52% dan Google GWS dengan persentase sebesar 3,42%. Berikut akan dijelaskan secara singkat dan jelas mengenai masing-masing web server yang dimiliki vendor-vendor tersebut.

Apache Web Server

Merupakan web server terbaik berdasarkan riset dari Netcraft dengan pengguna terbanyak. Kelebihannya dengan tiingkat kehandalan dan kestabilan yang tinggi serta fitur-fitur yang terbilang sangat lengkap membuat banyak pengguna mempercayakan Apache sebagai web server mereka. Selain itu sifatnya sebagai open source membuat web server ini menjadi web server yang gratis. Apache yang bersifat open source ini membuat para pengguna web server memfavoritkannya dan banyak dukungan-dukungan yang datang dari komunitas-komunitas dan sponsor untuk ikut mengembangkan web server ini sehingga menjadikan web server ini semakin handal. Apache web server dapat berjalan pada sistem operasi berbasis Windows atau Unix.

Beberapa dukungan Apache :

  1. Kontrol Akses.Kontrol ini dapat dijalankan berdasarkan nama host atau nomor IP
  2. CGI (Common Gateway Interface)
  3. Yang paling terkenal untuk digunakan adalah perl (Practical Extraction and Report Language), didukung oleh Apache dengan menempatkannya sebagai modul (mod_perl)
  4. PHP (Personal Home Page/PHP Hypertext Processor);
    Program dengan metode semacam CGI, yang memproses teks dan bekerja di server. Apache mendukung PHP dengan menempatkannya sebagai salah satu modulnya (mod_php). Hal ini membuat kinerja PHP menjadi lebih baik
  5. SSI (Server Side Includes)

IIS Web Server

Adalah web server buatan Microsoft. Berbeda dengan Apache yang open source, untuk mendapatkan dukungan teknis penuh maka otomatis kita sebagai pengguna harus membeli lisensi IIS dari Microsoft. IIS menawarkan sistem jaringan antar muka yang mudah, aman dan stabil. Sesuai dengan perusahaan dimana IIS dikembangkan, maka IIS hanya bisa berjalan pada sistem operasi berbasis Windows.

Komponen pendukung IIS antara lain :

  • Protocol jaringan TCP/IP.
  • Domain Name System (DNS).
  • Direkomendasikan untuk menggunakan format NTFS demi keamanan.
  • Software untuk membuat situs web, salah satunya Microsoft FrontPage.

Nginx Web Server

Alternatif lain web server yang bersifat open source adalah Nginx ( dibaca engine-x). Kelebihan dari Nginx web server hampir sama seperti Apache, bahkan beberapa riview dari pengguna adalah konfigurasi Nginx yang lebih mudah daripada Apache. Jadi untuk pengguna yang ingin menjalankan web server yang ringan dengan sistem pengoperasian yang mudah, maka cukup menggunakan Nginx.

Google Web Server (GWS)

Adalah web server buatan Google,Inc yang bersifat tertutup dan hanya digunakan oleh pihak Google sendiri sebagai web server mereka. Belum banyak info yang bisa didapat mengenai web server yang satu ini dikarenakan masih dalam tahap riset oleh Google.

Web Server Litespeed

Litespeed web server merupakan teknologi baru yang diciptakan untuk menggantikan Apache Web Server di masa mendatang. Litespeed menurut hasil riset mempunyai kelebihan yaitu 50% lebih cepat dalam memproses PHP dan lebih cepat 6x dibandingkan Apache Web Server.
Ini dia beberapa detail kelebihan Litespeed Web server:

  • Performa PHP mampu meningkat 50%
  • Mampu melebihi performa Apache hingga 6x lebih cepat
  • Pembatasan validasi HTTP request
  • Anti DDoS
  • Pencegahan System Overloading
  • Recover dari kegagalan secara langsung dan otomatis
  • Kompatibel dengan Cpanel, Plesk dan direct admin
  • Dukungan kompatibilitas dengan mod_security request filtering
  • Kompatibel dengan Apache .htaccess dll

Hal yang paling utama dalam proses pembuatan web server adalah memilih software mana yang akan digunakan sebagai web server kita. Untuk itu perlu adanya pertimbangan sebagai berikut :

  1. Lisensi dari software yang akan digunakan (freeware, shareware atau komersial).
  2. Kemudahan instalasi.
  3. Kemudahan dalam mengatur konfigurasi.
  4. Kemudahan untuk menambah atau mengubah peripheralnya.
  5. Kemampuan Software.
  6. Besar ruang yang dibutuhkan untuk menyimpan file-file minimal yang dibutuhkan agar software dapat berfungsi dengan baik.
  7. Prospek software tersebut dimasa yang akan datang.
  8. Performasi dan konsumsi sumber daya yang digunakan software itu.
  9. Fasilitas apa yang mampu didukung oleh software itu.
  10. Dukungan teknis (mempunyai site-site atau milis untuk bertanya bila terjadi masalah).
  11. Dukungan platform (jenis sistem operasi apa saja yang dapat menjalankan software tersebut).
  12. Dukungan terhadap third party (apakah software ini dapat ditambahkan software tambahan sebagai pelengkap).

Sumber:

http://9triliun.com/artikel/1288/pengertian-web-server.html

http://worldfriend.web.id/pengertian-web-server

http://pengertianx.blogspot.com/2013/05/pengertian-web-server.html

http://amif.wordpress.com/2008/07/25/pengertian-dan-kelebihan-web-server/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s