[Referensi] The Samurai And The Long-Nosed Devils

the Samurai and the Long Nosed Devils, Lensey Namioka
the Samurai and the Long Nosed Devils, Lensey Namioka

Identitas Buku:

                                      Judul                                    :

The Samurai And The Long-Nosed Devils

                                      Pengarang                          :

Lensey Namioka

                                      Penerbit                             :

Tuttle Publishing

                                      Jumlah halaman           :

207

Dicetak di Canada

 

 

Matsuzo dan Zenta tiba di Miyako. Mereka adalah ronin, samurai tanpa tuan, yang datang dengan niat bekerja pada Oda Nobunaga, orang yang mereka anggap dapat mempersatukan Jepang dan menghentikan perang saudara. Saat mereka ingin membeli makanan dengan sisa uang yang mereka miliki, mereka melihat pertengkaran besar antara seorang wanita dengan prajurit Gunung Hiei. Mereka menerobos kedalam konflik itu, dan menyelamatkan wanita yang bernama Chiyo itu.

Petugas keamanan datang, dan Chiyo menjelaskan semua yang telah terjadi pada Hambei – petugas keamanan tangan kanan dari Nobunaga sekaligus kenalan Zenta yang terkenal pembohong dan pembuat masalah. Hampir semua kejadian yang Zenta dan Hambei alami dulu adalah akibat ulah Hambei dan Zenta lah yang harus menyelamatkannya. Tak lama Chiyo undur diri dan tak lupa mengucapkan terima kasih. Matsuzo terpukau oleh Chiyo dan ia menyesal Chiyo dan Hambei sepertinya mempunyai hubungan khusus. Lalu Hambei mengajak mereka pergi ke salah satu restoran di atas sungai Kamo. Matsuzo menikmati pemandangannya, selama menunggu makanan datang Hambei dan Zenta mengenang pengalaman mereka bersama. Inilah pertama kalinya Matsuzo mendengar pengalaman rekannya. Hambei bilang Zenta sangat pemilih untuk  urusan majikan, ia pernah meninggalkan panglima perang hanya karena tidak menyukai cara ia menarik pajak.

Hambei pun menceritakan tentang Nobunaga yang pada awalnya hanyalah pemimpin perang kecil, namun saat yang lain saling bertarung, ia berdiam diri di ibukota dengan kekuatan yang meskipun berjumlah sedikit namun terlatih hingga bisa menguasai ibukota. Meskipun demikian, Nobunaga beranggapan bahwa ia bukanlah tuan dari Miyako sebelum ia menghancurkan kekuatan Gunung Hiei.

Hambei mengusulkan Zenta dan Matsuzo untuk menjadi pengawal Portugis. Matsuzo merasa terhina akan usul Hambei. Ia merasa Hambei tak ingin Zenta bekerja untuk Nobunaga dan pekerjaan untuk mengawal Portugis adalah untuk menjauhkan Zenta, Hambei cemburu pada Zenta, ia tak ingin Zenta melampaui Hambei. Tapi tidak dengan Zenta, ia pikir tak ada alasan bagi Hambei untuk bersikap buruk padanya. Hambei mengatakan bahwa ada banyak anti-Portugis di kota dan termasuk di antara mereka adalah orang-orang yang berpengaruh, salah satunya adalah Lord Fujikawa. Jadi meskipun Nobunaga menaruh rasa hormat yang tinggi kepada Portugis, dan ia berniat melawan shogun secara terbuka saat ia sudah cukup kuat. Namun sebelum saat itu terjadi ia takut pemimpin perang lain bersatu mendukung shogun karenanya ia tidak bisa meminta pengawalnya untuk menjadi pengawal Portugis untuk menghindari perselisihan. Sedangkan jika Zenta dan Matsuzo yang menjadi pengawal Portugis, itu hanya akan terlihat sebagai pertarungan antar ronin. Setelah Zenta dan Matsuzo berdiskusi dan menyetujui usul dari Hambei, Hambei pun mengantar mereka menemui Portugis. Saat itu, Portugis tengah di ganggu oleh anak buah dari Lord Fujikawa, Zenta dan Matsuzo pun menolongnya dan memperkenalkan diri sebagai pengawal mereka.

Portugis itu bernama Pedro dan Bapa Luis-seorang pendeta-. Mereka biasa di beri julukan Long-Nosed Devil (Monster Hidung Panjang). Pedro menyambut mereka dengan baik. Namun bapa Luis, meragukan mereka, ia bilang mereka sama saja dengan orang yang menyerangnya. Ia berpendapat samurai itu kejam, seorang samurai tega membunuh seseorang hanya untuk menguji ketajaman pedangnya. Pedro membela Zenta dan Matsuzo dengan mengatakan seorang samurai sangat menghormati kesetiaan, ia tidak akan menghunuskan pedang kepada tuannya. Pedro mengatakan bahwa pelayan mereka yang baru saja masuk Kristen, Maria, dan temannya, Chiyo, menemukan celah yang memisahkan taman mereka dengan taman Lord Fujikawa. Disanalah chiyo dan maria sering bertukar informasi. Bersamaan dengan mengatakan hal itu, Pedro membuka lemarinya dan tidak menemukan satu dari tiga pistol yang dimilikinya. Ia pun segera menemui Zenta dan Matsuzo dan mengadakan pencarian. Mereka tiba di tempat rahasia itu dan melihat ada seorang penyusup. Namun tak berhasil tertangkap. Mereka pun memutuskan bahwa sudah tidak aman lagi bagi Maria dan Chiyo untuk bertukar informasi di sana. Mereka hanya bisa bertukar informasi jika bertemu secara kebetulan di pasar.

Kemungkinan terbesar, pistol itu dicuri oleh Lord Fujikawa yang tinggalnya bersebelahan dengan Portugis. Untuk membuktikannya, Zenta dan Matsuzo menanyai chiyo. Dan chiyo mengatakan bahwa ia tidak mendengar tuannya membahas mengenai pistol. Ia hanya merasa diawasi oleh seseorang.

Tak lama setelah kejadian tersebut, terjadilah pembunuhan yang menewaskan Lord Fujikawa, yang terbunuh oleh senapan. Maka portugis pun dikepung dan dimintai pertanggungjawaban. Zenta menyuruh seseorang untuk melaporkan hal ini  kepada shogun agar mendapat pembelaan dan menyarankan pengusutan kasus ini.

Setelah diselidiki, ada dua kemungkinan pembunuh. Kotaro, salah satu pengawal Lord Fujikawa yang tiba-tiba menghilang atau prajurit Gunung Hiei. Untuk mencari informasi, Zenta pergi ke gunung hiei dan menemukan kebenaran bahwa selama ini beberapa keterangan yang di berikan chiyo adalah bohong dan kasus ini tak ada hubungannya dengan prajurit Gunung Hiei. Dan Hambei-lah yang membunuh Lord Fujikawa dan Kotaro -saksi kejadian itu- dan dia berancana untuk membunuh Zenta dan mempersalahkan prajurit gunung Hiei, tapi gagal. Hambeipun dibunuh oleh Pedro.

Tak lama Nobunaga datang ke kediaman Pedro untuk melihat alat sains yang akan didemonstrasikan. Saat itu pedro mengatakan semua kebenaran pada Nobunaga, namun Nobunaga tak banyak berkomentar. Ia hanya focus pada tujuan awalnya, melihat demonstrasi alat sains. Di akhir kunjungannya, ia mengatakan ingin menemui Zenta untuk memintanya menggantikan hambei. Zenta datang menemuinya, namun ia tak ingin bergabung dengan Nobunaga, ia meminta diberikan waktu hingga dirinya sembuh untuk menjawab tawaran itu.

Zenta tahu hal yang dia lakukan sangat beresiko, tak mungkin baginya bertahan hidup dengan menolak tawaran Nobunaga, tapi ia tak bisa bekerja dengan orang yang membiarkan anak buahnya melakukan hal-hal tidak terpuji. Akhirnya dengan bantuan Matsuzo ia berhasil pergi dari penjagaan ketat pengawal Nobunaga.

Tahun 1571, Nobunaga melancarkan rencananya untuk menyerbu Gunung Hiei. Setelah ia mengalahkan mereka, ia memulai pembantaian sistematis tanpa mengisakan siapapun, baik pria, wanita, ataupun anak-anak di dekat Sakamoto. Lalu ia membakar biara terbesar disana sampai habis.

Sebelum Nobunaga menyelesaikan tugasnya mempersatukan Jepang, ada yang berkhianat dan membunuhnya. Dan tugas itu diselesaikan oleh Hideyoshi. Penyebaran Kristen di Jepang berhasil baik. Hideyoshi menuduh penyebaran Kristen untuk menutupi niat menaklukan Jepang. Akhirnya mereka melarang penyebaran agama Kristen dan para Kristiani disiksa dengan sangat kejam. Kebijakan ini berlangsung terus hingga pertengahan abad ke-17. Pada saat itu orang Portugis yang ada kurang dari seratus orang.

Karena takut penguasaan asing, Jepang menutup hubungan dengan dunia luar, kecuali untuk pelabuhan Nagasaki. Hanya Belanda yang diperbolehkan melakukan perdagangan. Pengasingan ini berakhir pada 1858. Bersamaan dengan ini masa feudal berakhir, kaisar dan ibukota dipindahkan ke Tokyo, dan kota kuno Miyako diubah namanya menjadi Kyoto.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s