ipv6

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, berkembanglah jaringan komputer. Jaringan komputer menjadi bagian penting dalam menghubungkan berbagai instansi pemerintahan,kampus, dan bahkan untuk bisnis. Hal ini dikarenakan tingginya kebutuhan untuk berkirim informasi secara efektif dan efisien.

Namun, permasalahan tak bisa dihindari. Mengutip dari Tabloid Pulsa edisi 365 (03-16 Agustus 2010) yang menyebutkan ‘Dunia maya akan kehabisan alamat internet sekitar satu tahun lagi!’, prediksi dari John Curran (Presiden dan CEO America Registry for Internet Numbers) dan Vint Cerf (Chief Internet Evangelist Google). Hal ini terjadi karena:

  • Ledakan data yang akan terjadi di web, seperti data sensor, smart grid (jaringan listrik modern), dan RFID.
  • Makin populernya aktivitas mengakses internet di perangkat mobile seperti smartphone
  • Terus meningkatnya user-generated content di web juga ikut bertanggungjawab menghabiskan alamat internet.

John Curran mengatakan kepada ReadWriteWeb dari sekitar 4 milyar alamat IPv4 yang tersedia, tinggal 6% saja yang belum dialokasikan. Dan sisa alamat tersebut sepertinya akan habis dalam waktu setahun. Solusi untuk mengatasi isu ini sebenarnya sudah ada, yaitu pindah ke Internet Protocol yang lain. Saat ini, web sebagian besar menggunakan Internet Protocol versi 4 atau IPv4. Sebagai informasi, setiap alamat IPv4 terbatas sampai angka 32-bit, yang berarti alamat unik maksimal yang tersedia “hanya” lebih dari 4 milyar.. Nah, IPv6 adalah Internet Protocol generasi berikutnya. Ia menggunakan alamat 128-bit, sehingga bisa mendukung alamat unik yang lebih banyak, hingga bisa memberikan setiap orang di planet ini sampai lebih dari 4 milyar alamat!
Meskipun masih ada alternatif lain seperti teknologi NAT (Network Address Translation) yang akan memetakan alamat-alamat ganda ke alamat IP tunggal tapi dinilai akan membuat rumit arsitektur internet, membatasi pengembangan aplikasi baru, dan bertolak belakang dengan prinsip keterbukaan jaringan. Jadi, IPv6 msih menjadi solusi terbaik untuk kelangsungan internet di masa mendatang.
Selamat datang di era IPv6!!

Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6 protokol IP versi 6 . Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah
21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.
Berbeda dengan IPv4 IPv4 IPv4 IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja.
IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.
Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic addressdan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.
Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix.
Pengalamatan IPv6 didefinisikan dalam RFC 2373 RFC 2373 RFC 2373 RFC 2373 . Perubahan Dari IPV4 ke IPV6
Perubahan dari IPv4 ke IPv6 pada dasarnya terjadi karena beberapa hal yang dikelompokkan dalam kategori berikut :

  1. Kapasitas Perluasan Alamat
  2. Penyederhanaan Format Header
  3. Option dan Extension Header
  4. Kemampuan Pelabelan Aliran Paket
  5. Autentifikasi dan Kemampuan Privasi

Dasar IPv6 : Fitur IPv6 (versi1)
Sebagai teknologi penerus atau bisa disebut sebagai pengganti IPv4, dalam standarnya IPv6 mempunyai berbagai fitur baru yang selain mengatasi berbagai keterbatasan pengalamatan menggunakan IPv4 juga menambah beberapa kemampuan baru. Beberapa fitur IPv6 ini antara lain sebagai berikut :

  • Format header baru

Header baru IPv6 lebih efisien daripada header pada IPv4 (karena memiliki overhead yang lebih kecil). Hal ini diperoleh dengan menghilangkan beberapa bagian yang tidak penting atau opsional.

  • Jumlah alamat yang jauh lebih besar

Dengan spesifikasi bit untuk alamat standar sebanyak 128-bit memiliki arti IPv6 akan mampu menyediakan 2^128 kemungkinan alamat unik. Walaupun tidak semuanya akan dialokasikan namun sudah cukup untuk keperluan masa mendatang sehingga teknologi semacam NAT pada IPv4 sudah tidak perlu lagi digunakan. c) Infrastruktur routing dan addressing yang efisien dan hirarkis. Arsitektur pengalamatan IPv6 yang hirarkis membuat infrastruktur routing menjadi efisien dan hirarkis juga. Adanya konsep skup juga memudahkan dalam manajemen pengalamatan untuk berbagai mode teknologi transmisi.

  • Kemampuan Plug-and-play melalui stateless maupun statefull address autoconfiguration.
  • Pada teknologi IPv6, sebuah node yang memerlukan alamat bisa secara otomatis mendapatkannya (alamat global) dari router IPv6 ataupun cukup dengan mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6 tertentu (alamat link local) tanpa perlu adanya DHCP server seperti pada IPv4. Hal ini juga akan memudahkan konfigurasi. Hal ini penting bagi kesuksesan teknologi pengalamatan masa depan karena di Internet masa depan nanti akan semakin banyak node yang akan terkoneksi. Perangkat rumah tangga dan bahkan manusia pun bisa saja akan memiliki alamat IP. Tentu saja ini mensyaratkan kesederhanaan dalam konfigurasinya. Mekanisme konfigurasi otomatis pada IPv6 ini akan memudahkan tiap host untuk mendapatkan alamat, menemukan tetangga dan router default bahkan menggunakan lebih dari satu router default untuk redundansi dengan efisien.
  • Keamanan yang sudah menjadi standar built-in. Jika pada IPv4 fitur IPsec hanya bersifat opsional maka pada IPv6 fitur IPsec ini menjadi spesifikasi standar. Paket IPv6 sudah bisa secara langsung diamankan pada layer network.
  • Dukungan yang lebih bagus untuk QoS Adanya bagian (field) baru pada header IPv6 untuk mengidentifikasi trafik (Flow Label) dan Traffic Class untuk prioritas trafik membuat QoS yang lebih terjamin bisa diperoleh, bahkan
    ketika payload dari paket terenkripsi dengan IPSec dan ESP.
  • Berbagai protokol baru untuk keperluan interaksi antar node Adanya protokol baru misalnya Network Discovery dengan komunikasi multicast dan unicast yang efisien bisa menggantikan komunikasi broadcast ARP untuk menemukan neighbor dalam jaringan.
  • Ekstensibilitas.
    Di masa depan IPv6 dapat dikembangkan lagi fitur-fiturnya dengan menambahkanya pada extension header.

One thought on “ipv6”

  1. A motivating discussion is definitely worth comment.
    I do believe that you ought to write more on this issue, it may not be a taboo matter but typically people do
    not discuss these topics. To the next! Best wishes!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s