Untuk Para Sahabatku

To my friend

Kepada sahabatku yang telah menikah:

Cinta itu bukan tentang “Itu adalah salahmu”, tetapi tentang “Maafkan aku”, bukan tentang “Di mana saja kau?”, tetapi tentang “Aku di sisimu”, bukan tentang “Bagaimana kau tega berbuat demikian”, tapi tentang “Dapat kumengerti tindakanmu”, bukan tentang “Coba saja kau di sini”, tapi tentang “Aku bersyukur kau di sini”.

Kepada sahabatku yang telah bertunangan:

Ukuran kecocokan bukanlah banyaknya tahun yang telah kau lewati bersama, tapi adalah sebaik apa kau di mata kekasihmu.

Kepada sahabatku yang masih membujang:

Cinta bukanlah tentang menjadi seorang yang sempurna bagi orang lain, tetapi tentang menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi manusia paling baik sesuai kemampuanmu.

Kepada sahabatku yagn patah hati:

Patah hati dapat berlangsung selama yang kau kehendaki, dan meninggalkan luka sedalam yang kau inginkan. Tantangannya bukan bagaimana kau bisa tetap hidup setelah patah hati, tapi bagaimana kau memetik pelajaran dari peristiwa itu.

Kepada sahabatku yang belum berpengalaman.

Boleh tersandung tapi jangan jatuh.
Boleh konsisten tapi jangan keras kepala, berbagilah dan jangan tidak fair. Cobalah memahami jangan menuntut. Boleh terluka tapi jangan kau simpan pedihnya.

Kepada sahabatku yang sedang mencari pasangan hidup

Cinta sejati tak dapat ditemukan di tempat yang ia memang tidak ada, dan tak bisa disembunyikan di tempat yang ia memang ada.
Cinta mempunyai kekuatan gaib. Semakin kau sembunyikan, semakin tampak,  semakin kau tekan, semakin tumbuh.

Kepada temanku yang bertipe playboy/girl

Jangan berkata: “Aku cinta kau”, bila kau tak menaruh hati kepadanya. Jangan bicara tentan suatu perasaan, bila perasaan itu tak ada. Jangan kau masuk dalam keidupannya, bila kau bermaksud mematahkan hatinya. Jangan menatap matanya, bila kau berbohong. Perbuatan paling kejam yang dapat dilakukan seorang pria terhadap wanita adalah membuatnya “jatuh” cinta tapi tidak membangkitkannya setelah “jatuh”.

Kepada sahabatku yang possessive:

Sungguh menyakitkan melihat orang yang kau kasihi mencintai orang lain, tapi lebih menyakitkan mengetahui orang yang kau cintai tidak bahagia bersamamu.

Kepada sahabatku yang takut mengakui:

Cinta menyakitkan bila kau berpisah dengan seseorang. Tapi lebih menyakitkan bila seseorang memutuskan untuk berpisah denganmu dan lebih menyakitkan lagi bila orang yang kau cintai tak mengerti sama sekali perasanmu.

Cinta dapat membuatmu bahagia, tapi sering kali menyakitkan tapi cinta menjadi istimewa bila kau beikan kepada yang memang pantas menerimanya.
Karena itu, janganlah terburu-buru
Pilihlah yang paling baik.

Author Unknown

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s