Moga Bunda Disayang Allah

Moga Bunda Disayang Allah

By Tere Liye

“Tapi tahukah kalian hal menyakitkan di dunia bukan ketika orang lain menyalahkan diri kalian. Tapi saat kalian menyalahkan diri sendiri.”

– Karang –

“Ibu, rasa nyaman selalu membuat orang-orang sulit berubah. . . . . .

Padahal di luar sana. . . . . .

 janji kehidupan yang lebih baik boleh jadi sedang menanti.Kami selalu mencari alasan untuk berkata tidak atas perubahan, selalu berkata “tidak”…

“Ibu, rasa takut juga selalu membuat orang-orang sulit berubah.

. . . hampir semua yang kami takuti hanyalah sesuatu yang bahkan tidak pernah terjadi….

. . . . . . Hanya mereka-reka, lantas menguntai ketakutan itu, bahkan kami tega menciptakan sendiri rasa takut itu, menjadikannya tameng untuk tidak mau berubah….”

– Karang –

 

Kalau diminta ‘mention the moral values of the story!’, seperti biasa jawabannya pasti “Don’t ever give up, Never give up, Keep Struggling, or anything else with the same meaning.”. Memang begitu adanya. Tapi ga cuma itu aja tentunya, dari novel A MUST READ ini masih banyak hal yang bisa kita ambil hikmahnya. Inilah novel tentang harapan, kesabaran, kepercayaan, dan perjuangan melawan keterbatasan.

Novel ini terinspirasi dari kisah nyata Hellen Adams Keller, kisah yang sudah difilmkan berkali-kali, The Miracle Worker dan Black adalah contohnya.

Kisah Melati, seorang gadis lucu nan memesona berambut ikal mengombak yang apabila tersenyum membuat terhenti seluruh kegiatan di sekitarnya -benar-benar mengambil alih seluruh perhatian-, yang hanya melihat gelap, hitam, kosong, tak ada warna, yang hanya mendengar senyap, sepi sendiri, tak ada nada, dan kehilangan semua pengetahuan yang pernah dipelajarinya setelah mengalami kecelakaan kecil saat berumur 3 tahun. Kecelakaan sederhana, Melati hanya terkena piring terbang brisbee, namun telah merenggut banyak hal dari Melati.

3 tahun,,, 3 tahun Melati telah menderita, meski keluarganya dari keluarga berada terpandang, keluarga Tn. HK. Namun, tak menjanjikan kesembuhan bagi Melati. Setelah banyak cara dicoba, perlahan harapan Bunda akan kesembuhan Melati memudar, ditambah lagi setelah tim dokter ternama menyarankan Melati dibawa ke Rumah Sakit Jiwa. Melati pun divonis tak bisa sembuh.

Akhirnya atas saran dari Kinasih, anak Dr. Ryan –dokter keluarga Tn. HK– Bunda meminta Karang untuk membantu Melati.

Karang adalah seorang anak jalanan yang dirawat di rumah singgah milik ibu-ibu gendut dan suaminya. Ia anak yang cerdas, berhasil lulus universitas ternama dan yang terpenting ia cinta anak-anak. Ia mendirikan banyak Taman Bacaan di Ibukota, ia percaya janji kehidupan yang lebih baik ada di tangan anak-anak. Namun itu sebelum kejadian 3 tahun lalu, kejadian yang mengubah Karang menjadi seorang pemabuk, yang tidur sepanjang siang dan bermabuk-mabukkan sepanjang malam.

Karang yang dihantui kenangan pahit masa lalunya mendapat tentangan dari Tuan HK, dan menemui tembok besar penghalang dalam membantu Melati mengenal dunia.

Untuk lebih jelasnya,,, baca novelnya, itu lebih seru, lebih menyentuh, lebih orisinil. Jangan lupa petik semua amanat yang ada selain yang sudah disebutkan diatas. ^o^

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s