Hikayat (34) Kuda Bengal yang Cerdik

Suatu hari Abdullah bin Mubarak melihat seekor kuda yang dijual di pasar seharga 40 dirham.

“Murah sekali,” kata Abdullah. Ada yang mengatakan kuda itu punya kelemahan.

“Apa kelemahannya?” tanya Abdullah.

“Kuda ini tak bisa dipacu. Berhenti saat dikejar musuh hingga musuh bisa mengejar. Meringkik pada saat disuruh diam.”

“Berarti harganya mahal,” kata Abdullah. Lalu pergi.

Salah satu murid Abdullah bin Mubarak membelinya.

Ketika kuda itu dibawa berperang, ternyata kuda itu berperangai baik.

“Sudah kau buktikan kelemahannya?” tanya Abdullah.

“Ya, memang demikian. Tetapi ketika aku membelinya aku ucapkan pada telinganya: Hai kuda, telah kutinggalkan dosa-dosaku. Aku sudah tobat dan kembali kepada Allah. Maka kamu juga harus meninggalkan tabiat burukmu. Kepalanya lalu bergerak-gerak tiga kali. Ia menjawab dengan gembira. Barulah kutahu bahwa tabiat buruk kuda bukan dari kudanya tetapi dari pemiliknya. Kuda itu mengutuk penunggangnya yang kafir, hingga jatuh dari punggungnya. Kepada orang lalim juga begitu. Karena firman Allah:

“Ingatlah, laknat Allah kepada orang-orang yang lalim.” (Q.S. Hud [11]: 18)

Jika Allah melaknat sesuatu maka segala sesuatu akan melaknatnya. Demikian juga dalam hal kuda yang melaknat pemiliknya yang kafir, munafik atau sombong hingga terlempar dari punggungnya.

Binatang bisa bergembira dan mematuhi pemiliknya karene kegembiraan yang ia dapat. Pada hari kiamat kegeambiraan tersebut akan datang, membawanya ke surga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s